Kincir Angin Bantul
Listrik
menjadi kebutuhan utama bagi manusia guna mensejahterakan hidup, namun
keberadaan listrik yang ada di Indonesia belum merata ke daerah-daerah
terpencil. Saat ini kementrian Ristek dan Teknologi yang berkerja sama dengan
Lapan, Kementrian Kelautan dan Perikanan, E-wind Energi, Pemerintah Kabupaten
Bantu, dan Universitas Gajah Mada. Dengan kerjasama semua pihak tersebut dapat
mensejahterakan masyarakat di daerah terpencil.
Pengembangan
teknologi pembangkit listrik tenaga hibrid di wilayah pesisir pantai dusun
Ngentak, Desa Poncosari, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bantul
adalah kota yang terletak di sebelah selatan kota Yogyakarta berdekatan dengan
laut selatan, daerah yang mempunyai potensi sebagai kawasan wisata mengundang
para wisatawan untuk selalu datang mengunjungi dan menikmati keindahan
panoramanya.
Pantai
Baru yang memiliki potensi angin kencang dari laut selatan dengan kecepatan
angin rata-rata 4 m/s dan matahari bersinar sepanjang hari, kondisi tersebut
menjadi satu kriteria pemilihan lokasi pengembangan pembangkit listrik energi
hibrid dengan turbin putaran rendah. Energi hibrid adalah energi yang berasal
dari paduan dua atau lebih sumber energi yang berbeda, dalam hal ini ristek
mengembangkan teknologi hibrid di pantai Baru.
Dari
penpaduan dua energi yaitu energi surya dan energi angin. Pelaksanaan kerja
sistem energi listrik hibrid di pantai Baru di lakukan oleh tim pengelola
sistem inovasi daerah yang terdiri dari tim pengembangan dan keterlibatan
masyarakat sekitar dusun Ngenak, Poncosari, Pandan simo. Teknologi ini di
bangun pada tahun 2010 di atas tanah seluas kurang lebih 10-17 ha, teknologi
hibrid sudah berjalan 6 bulan, teknologi ini beroperasi 24 jam.
Tenaga
hibrid yang di kembangkan di kawasan pantai Baru meliputi kincir angin dan sel
surya, kincir angin dengan jumlah 33 unit mempunyai beberapa jenis yang
bermacam-macam yaitu turbit angin 1kw 28 unit, turbit angin 2,5kw sebanyak 6
unit, turbit angin 10kw sebanyak 2 unit dan turbit angin 50kw sebanyak 1 unit.
Sedangkan
pembangkit listrik tenaga surya atau sel surya mempunyai kapasitas 17,5kw
power, dalam hal ini tipe turbin angin 1kw akan di lakukan riwors anginery yang
kemudian di bentuk IKM (Industri Kecil Menengah) tenaga hibrid untuk pemenuhan
kebutuhan kincir angin dalam negeri. Kincir angin adalah teknologi untuk
merubah energi angin menjadi energi listrik merupakan salah satu alternatif
energi terbaru, dengan memanfaatkan angin yang ada untuk menghasilkan listrik
apalagi jika di gabungkan dengan sel surya.
Kincir
angin yang di kombinasikan dengan sel surya untuk menghasilkan listrik guna
untuk memproduksi es yang digunakan untuk nelayan dan lahan pertanian yang
kering tidak bisa di jangkau jaringan irigasi yang ada, tenaga hibrid
menghasilkan listrik untuk memompa air dan penerangan. Tenaga hibrid merupakan
alternatif yang sangat baik untuk daerah terpencil
Proses
Terbentuknya Listrik dari Tenaga Hibrid
Dari
kincir angin dan sel surya listrik di tampung di ruang integrasi, listrik DC
yang di hasilkan setelah melalui kontrolel kemudian masuk ke baterai, listrik
DC di ubah oleh inviter dari bentuk DC menjadi AC, listrik yang dari inviter
15kw di pake untuk mengoperasikan es maker dan urban lain yang satu fase
termasuk kantor dan lampu-lampu jalan.
Selain
mengembangkan teknologi hibrid ristek juga membekali wawasan kepada masyarakat
sekitar melalui kegiatan workshop dan membentuk study club mahasiswa bertujuan
untuk membentuk generasi-generasi yang berkualitas yang dapat menjaga
keberlanjutan pengembangan energi hibrid di Indonesia.
Workshop
yang di bekalkan kepada warga sekitar meliputi pembuatan sudu atau
baling-baling kincir, pembuatan generator atau mesin penggerak kincir,
pembuatan tower dan pembuatan sistem kontrol. Ristek yang berkerjasama dengan
lapang juga melakukan workshop lapangan kepada setiap lembaga atau yayasan yang
berkunjung ke wawasan pembangkit listrik tenaga hibrid.
Pesan:
Dengan adanya kegiatan workshop
dan study club untuk para siswa siswi dapat mengembangkan potensi pembuatan
pebangkit listrik tenaga hibrid sehingga dapat mensejahterakan masyarakat
sekitar dan wilayah-wilayah terpencil di Indonesiadi masa yang akan datang
Dampak
Positif dan Harapan Jangka Panjang:
1.
Sistem ini diharapkan mampu menaikkan saat musimkemarau
atau pada saat debit air sungai rendah
2.
Dengan adanya ristek diharapkan wisata di daerah bantul
dapat dipadukan dengan wisata pantai,
wisata kuliner juga akan di jadikan sebagai wisata pendidikan.
Dampak
Positif:
1.
Warga sangat terbantu oleh listrik tenaga hibrid karena
dengan adanya listrik tenaga hibrid mempermudah produksi es dan untuk
pengawetan ikan para nelayan
2.
Meningkatkan atau mengoptimalakan lahan pasir yang
dulunyakritis menjadi subur dan dapat di tanami
3.
Menguntungkan bagi kelompok tani
4.
Dapat melakukan kegiatan-kegiatan dan mengambil listrik
di pusat.
Keberadaan ristek dalam membangun pembangkit listrik
tenaga hibrid, energi telah menjadi alternatif untuk daerah terpencil dalam
penyediaan listrik. Yang bertujuan agar kesejahteraan masyarakat Indonesia
dapat merata

0 komentar:
Posting Komentar