Selasa, 13 Januari 2015

Keterlibatan Orangtua dan Efeknya ke Prestasi Anak

Berdasarkan pengamatan penulis, akhir-akhir ini semakin banyak siswa mengikuti bimbingan belajar atau bimbel. Peserta bimbingan belajar saat ini tidak hanya terbatas pada siswa SMA yang tengah mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk perguruan tinggi, namun juga siswa SMP dan SD. Menurut penulis, fenomena tersebut terjadi karena beberapa hal, seperti kurangnya penguasaan orang tua terhadap materi yang sedang dipelajari anak ataupun kurangnya waktu orang tua untuk terlibat dalam pendidikan. Oleh karena itu, para orang tua saat ini cenderung mendorong anaknya mengikuti bimbingan belajar dengan harapan guru-guru di bimbingan belajar tersebut dapat membantu anak-anak mereka saat mengalami kesulitan dalam mempelajari suatu materi pelajaran. Satu hal yang disayangkan adalah kemudian orang tua tidak terus terlibat dalam pendidikan anak.
Tertarik dengan fenomena tersebut, penulis kemudian mencoba menganalisa keterlibatan orang tua dalam proses pendidikan. Mempertimbangkan secara garis besar pendidikan dibagi kedalam tiga jenjang: SD, SMP, dan SMA. Penulis akan mencoba menjelaskan peran dan keterlibatan orang pada setiap jenjang tersebut.
Pada siswa SD, penelitian yang dilakukan oleh Nye, Turner dan Schwartz (2006) menunjukkan bahwa siswa SD akan mengalami peningkatan performa dalam kegiatan membaca, matematika, dan juga performa akademis secara keseluruhan apabila orang tuanya turut terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang sifatnya memperkaya kemampuan akademik mereka. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain memberikan contoh perilaku mengerjakan PR yang baik atau memberikan bantuan langsung apabila mereka mengalami kesulitan dalam mengerjakan PR (Patall, 2008).Topor, Keane, Shelton dan Calkins (2010) bahkan menjelaskan bahwa pada jenjang ini, keterlibatan orang tua memiliki pengaruh lebih besar terhadap performa akademik anak dibandingkan intelegensi anak itu sendiri.
Berbeda dengan tahap pendidikan SD, keterlibatan orang tua pada anak SMP lebih mengarah kepada panduan serta penetapan aturan.Adapun panduan yang dimaksud adalah bahwa pada jenjang ini orang tua dapat mulai berdiskusi mengenai strategi belajar yang efektif untuk anak serta membantu anak untuk mulai mengenali minatnya. Sedangkan penetapan aturan dapat berupa kapan dan di mana anak harus belajar ataupun mengerjakan PR.(Patall, 2008; Hill &Tyson, 2009).
Pada jenjang pendidikan SMA, Catsambis dan Garland (1997) mengungkapkan bahwa keterlibatan orang tua di dalam perilaku atau aktivitas belajar anak sehari-hari akan jauh berkurang. Namun sebagai gantinya orang tua cenderung terlibat langsung dalam pemilihan jurusan anak, yakni dengan melakukan diskusi bersama anak terkait minat dan kemampuan yang dimiliki selama ini serta ekspektasi yang dimiliki oleh orang tua.
Sementara itu, keterlibatan orang tua khususnya dalam mengerjakan PR tetap mampu memberikan dampak positif bagi pencapaian akademik siswa SMA (Patall, 2008). Meskipun demikian, orangtua tidak perlu membantu anaknya dalam mengerjakan PR seperti saat mereka masih duduk di sekolah dasar. Siswa SMA pada umumnya baru akan meminta bantuan orang tuanya jika pelajaran tersebut sesuai dengan bidang keahlian orang tuanya sehingga bantuan yang diperoleh pun sifatnya efektif dan tepat sasaran.
Berdasarkan penelitian-penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa keterlibatan secara langsung orangtua dalam proses belajar dapat berdampak positif terhadap pencapaian akademis anaknya. Melihat manfaat-manfaat tersebut, para orang tua tetap diharapkan untuk terlibat secara langsung dalam proses belajar anak-anaknya meskipun anak diikutsertakan dalam bimbingan belajar. Patall (2008) juga menjelaskan bahwa keterlibatan orang tua didalam proses belajar juga akan mempengaruhi rregulasi atau kontrol diri anak, baik dalam hal belajar maupun kegiatan lainnya
Perlu disampaikan kembali agar bentuk keterlibatan sebaiknya disesuaikan dengan jenjang pendidikan yang sedang ditempuh anak, hal ini bertujuan agar hasil keterlibatan orang tua tersebut efektif dan berdampak besar pada prestasi akademis anaknya. Di sisi lain, para siswa juga dapat mengajak orang tuanya untuk terlibat di dalam proses belajarnya, misalnya dengan cara meminta bantuan dalam mengerjakan PR atau terbuka pada orang tua mengenai kendala-kendala yang ia hadapi di sekolah.
Sumber yang dipakai:
Catsambis, S., Garland, J. E. (1997). Parental involvement in students’ education during middle school and high school. diakses dari http://www.csos.jhu.edu/crespar/techReports/Report18.pdf
Hill, N. E. & Tyson, D. F. (2009). Parental involvement in middle school: A metaanalytic assessment of the strategies that promote achievement. Developmental Psychology, 45(3), 740-763
Nye C, Turner H, Schwartz J (2006). Approaches to Parent Involvement for Improving the Academic Performance of Elementary School Age Children. The Campbell Collaboration Reviews of Intervention and Policy Evaluations (C2-RIPE). Philadelphia, Pennsylvania: Campbell Collaboration.
Patall, E. A., Cooper, H. & Robinson, J. C. (2008). Parent involvement in homework: A research synthesis. Review of Educational Research, 78, 1039-1101.
Topor, D. R., Keane, S.P., Shelton, T.L & Calkins, S.D. (2010). Parental involvement and student academic performance: A multiple mediation analysis. Journal of Prev Interv Community, 38(3), 183-197

Senin, 12 Januari 2015

Jangan Takut Menghadapi Kesulitan Ketika Belajar

Apakah kamu suka sekali menggarisbawahi buku dengan spidol warna warni pada malam sebelum ujian? Atau mungkin kamu mencoba mempersiapkan ujian dengan membuat ringkasan, menulis kata kunci, dan membaca kembali buku teks? Apakah kamu merasa cara-cara itu berhasil buatmu? Penelitian menunjukkan bahwa menggarisbawahi buku teks, membaca kembali buku teks, dan menulis kata kunci merupakan teknik belajar yang kurang efektif namun paling banyak digunakan oleh siswa (Dulonski dkk, 2013).
 
Sebelumnya, perlu diingat bahwa kamu dikatakan sudah belajar jika sudah mengalami perubahan yang permanen dalam hal pengetahuan atau pemahaman (Bjork & Bjork, 2011). Jadi, kamu dikatakan berhasil dalam belajar apabila apa yang kamu pelajari bertahan di kepalamu dalam jangka waktu yang lama. Nah, jika kamu ingin pelajaran-pelajaran di sekolah lebih melekat di kepala, ternyata rahasianya adalah jangan takut untuk menghadapi kesulitan dalam belajar.

Materi yang sedang dipelajari akan tersimpan lebih kuat dan bertahan lebih lama dalam ingatan apabila kita melewati kesulitan. Hal ini disebut dengan desirable difficulties atau kesulitan yang diharapkan dapat memberikan hasil yang permanen dalam belajar (Bjork & Bjork, 2011). Jadi, jika kamu menggunakan teknik belajar yang terasa sulit, maka apa yang kamu pelajari tidak mudah terlupakan begitu kamu selesai mengerjakan ujian.

Teknik-teknik yang termasuk ke dalam desirable difficulties terbukti lebih efektif dalam meningkatkan prestasi belajar seseorang dibandingkan teknik belajar lainnya seperti menggarisbawahi, meringkas dan membuat kata kunci (Dulonski dkk., 2013). Lalu teknik seperti apa yang termasuk ke dalam desirable difficulties? Teknik-teknik yang dapat kamu gunakan antara lain adalah:
1.Variasikan kondisi belajarmu. Penelitian menunjukkan bahwa materi yang diulang dalam kondisi yang berbeda akan lebih mudah diingat kembali daripada materi yang diulang dalam kondisi yang sama (Smith dkk dalam Bjork & Bjork, 2011). Pergilah ke kafe di mall atau di depan kompleks rumah, atau mungkin sesederhana berpindah ruangan di rumahmu setiap kamu mempelajari kembali suatu materi. Ciptakanlah kondisi yang berbeda-beda setiap kamu hendak mengulang suatu materi pelajaran. Hal ini meningkatkan fleksibilitas otakmu dalam mengingat kembali materi yang telah dipelajari dalam berbagai situasi sehingga lebih mudah diingat kembali ketika kamu memerlukannya (Bjork & Bjork, 2011).

2.Berikan jeda waktu di antara setiap sesi belajarmu. Pemberian jeda waktu belajar disebut dengan spacing practice akan menciptakan efek spacing di mana materi yang dipelajari lebih mudah tersimpan dalam long term memory (Bjork & Bjork, 2011). Bagilah sesi belajarmu secara teratur seperti 2 jam setiap hari, dan hindari sistem kebut semalam karena dengan metode SKS, materi yang kamu pelajari hanya akan tersimpan dalam short term memory dan akan mudah terlupakan. Selain itu, keuntungan teknik ini adalah mempermudah kamu dalam mempelajari materi selanjutnya. Jika kamu masih mengingat materi sebelumnya, maka kamu dapat langsung menghubungkannya dengan materi yang baru sehingga materi yang baru akan lebih mudah diingat. Ingat, informasi yang memiliki keterkaitan satu sama lain akan lebih mudah tersimpan dalam long term memory. Jadi jika kamu dapat mengaitkan materi satu dengan lainnya, kamu akan mendapat pemahaman yang lebih mendalam dan lebih mudah tersimpan dalam ingatan.

3.Mempelajari lebih dari satu jenis materi pelajaran dalam satu sesi belajar. Teknik ini disebut dengan interleaving (Bjork & Bjork, 2011; Dulonski dkk., 2013). Misalnya dalam satu sesi belajar selama dua jam kamu belajar biologi selama satu jam dan sosiologi selama satu jam. Akan lebih baik apabila kamu dapat membuat kaitan antara keduanya atau menyusun beberapa materi pelajaran dalam satu tema, agar lebih terlihat hubungannya satu sama lain.

4.Tes diri kamu sendiri. Kerjakanlah soal-soal latihan, buatlah flash card, atau berdiskusi dengan temanmu, uji pemahamanmu dengan mencari contoh sehari-hari dari apa yang kamu pelajari. Menguji diri sendiri adalah salah satu cara untuk mengingat kembali materi, dan juga kamu dapat mengetahui apa saja yang telah kamu kuasai. Jika kamu mengerjakan soal latihan dalam bentuk soal cerita atau contoh kasus akan membantumu untuk lebih memahami pelajaran.
Teknik-teknik di atas dapat kamu kombinasikan dan terapkan dalam kegiatan belajar kamu sehari-hari. Tentunya, cara belajar seperti ini harus dibarengi dengan kemampuan manajemen waktu yang baik, dan hindari prokrastinasi!
Sumber yang dipakai:

Dunlosky, J., Rawson, K. A., Marsh, E. J., Nathan, M. J., & Willingham, D. T. (2013). Improving Students’ Learning With Effective Learning Techniques: Promising Directions From Cognitive and Educational Psychology.Psychological Science in the Public Interest, 14(1), 4–58. doi:10.1177/1529100612453266 diunduh dari http://www2.kent.edu/CAS/Psychology/people/RawsonLab/upload/PSPI-in-print.pdf

Bjork, E. L., & Bjork, R. A. (2011). Making things hard on yourself, but in a good way: Creating desirable difficulties to enhance learning. Psychology and the Real World: Essays Illustrating Fundamental Contributions to Society, 56–64. Diunduh dari http://bjorklab.psych.ucla.edu/pubs/EBjork_RBjork_2011.pdf

Mars Universitas Ahmad Dahlan





MARS
UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN

UAD Almamaterku
 Universitas Ahmad Dahlan
Mengemban amanah mulia
Siapkan insan cendekiawan
Bina kader pembaharuan
Berilmu dan beramal sholeh
Berperan dalam membangun umat
Qur'an dan Hadits jadi pedoman
Seluruh Civitas Akademika
Mengemban tugas bersama
Singsingkan lengan bajumu serentak
Masyarakat siap menanti 
Tunjukanlah karya nyata baktimu
Kembangkan teknologi
Majulah UAD demi nusabangsa
Indonesia sejahtera

Candi Borobudur

DSC_4456_1379057680.JPG
Borobudur adalah salah satu situs peninggalan bersejarah umat Buddha terbesar di Dunia.Terletak di Muntilan, Kab. Magelang, sekitar 42 km dari kota Yogyakarta, Jawa Tengah, Indonesia. Masyarakat dunia baru mengetahui keberadaannya pada tahun 1814 ketika ditemukan oleh Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa saat itu. Sejak ditemukannya candi Borobudur telah mengalami beberapa kali pemugaran. Pemerintah kolonial Belanda, selama masa penjajahan, sedikitnya telah mengeluarkan biaya 83.400,- Golden. Kemudian setelah kemerdekaan, antara tahun 1975-1982, pemerintah Indonesia berkerjasama dengan Unesco melakukan pemugaran ulang dan menyeluruh. Proyek kolosal ini memperkerjakan 600 orang dan menghabiskan biaya 7.750 juta dolar AS. Biaya yang tak sedikit dari masyarakat Internasional sebagai penghormatan dan penghargaan bagi peninggalan budaya dan sejarah bangsa kita.Penamaan Borobudur, pertama kali dikenalkan oleh Raffles dalam bukunya (Sejarah Pulau Jawa). Ia menamai Borobudur mengacu pada daerah sekitar tempat candi ini berdiri, yaitu desa Bore (Boro). Sementara istilah (Budur), Raffles mengacu pada istilah Buda dalam bahasa Jawa yang berarti (purba). Maka nama Borobudur yang disebutkan Raffles berarti “Boro Purba”. Sementara Casparis beranggapan bahwa “Budur” berasal dari istilah bhudhara yang berarti gunung.


Bahkan dalam desertasinya, pada tahun 1950, J.G. de Casparis, dalam Soekmono (1973), telah mengemukakan nama asli dari candi Borobudur. Pernyataannya berdasar pada prasasti Karangtengah dan Tri Tepusan yang menyebutkan tentang penganugerahan tanah sima (tanah bebas pajak) oleh Çrī Kahulunan (Pramudawardhani) untuk memelihara Kamūlān yang disebut Bhūmisambhāra. Maka diperkirakan bahwa nama asli Borobudur adalah Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sanskerta berarti (Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan Bodhisattva).

Masih mengacu pada prasasti yang sama, Casparis memperkirakan pembangunan candi Borobudur di kerjakan pada masa Raja Mataram yang bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra sekitar tahun 824 M. Diperkirakan pula bahwa pembangunan candi Borobudur menghabiskan waktu satu setengah abad, sehingga candi tersebut benar-benar rampung pada masa putrinya menjadi raja, yakni Ratu Pramudawardhani. Sejak saat itu candi Borobudur menjadi pusat ziarah penganut beragama Buddha sampai sekitar tahun 930 Masehi . Namun pada abad ke-11, karena kondisi politik, candi Borobudur mulai terlupakan dan dibiarkan rusak diterpa bencana alam. Kemudian terkubur dan menjadi hutan belantara.

Menurut Wayman (1981), Borobudur adalah stupa berpola Mandala besar. Tersusun atas enam teras bujursangkar dan tiga teras lingkaran konsentris dalam bentuk 10 pelataran yang berdiri di atas dasar berukuran 123×123 m (403.5 × 403.5 ft) pada tiap sisinya dengan tinggi 4 m (13 kaki) . Secara falsafah candi Borobudur melambangkan kosmos atau alam semesta, serta tingkatan alam pikiran dalam ajaran Buddha mazhab Wajrayana-Mahayana.

Sebagai tempat peribadatan yang memiliki 504 arca Buddha, empat cerita yang digambarkan pada 1460 figura relief batu, Borobudur adalah bangunan dengan struktur alsi warisan nenek moyang Indonesia yang tiada tandingannya di dunia. Selain itu, secara arsitektur, bangunan candi Borobudur menjadi gnomon (alat penanda waktu) yang memanfaatkan bayangan sinar Matahari, serta memiliki nilai seni dan falsafah tinggi yang universal. Maka pantaslah setelah dipugar total, pada tahun 1991 UNESCO menetapkannya ke dalam daftar Situs Warisan Dunia.



 Sumber : http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/843/candi-borobudur

Keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati, atau “keragaman biologis” sangatlah penting bagi seluruh kehidupan di bumi. Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi. Hal ini disebabkan Indonesia memiliki berbagai tipe hutan yang berbeda sesuai dengan kondisi geografis masing-masing daerah. Hutan Indonesia pun kaya akan keanekaragaman hayati.

Apa yang dimaksud dengan keragaman biologis?

Biologis” merujuk pada segala sesuatu yang hidup – seluruh tanaman dan hewan. Di bumi, terdapat jutaan varietas tanaman dan hewan yang berbeda. Ketika kita berbicara mengenai keanekaragaman hayati, maka kita sedang berbicara mengenai seluruh Keragaman tersebut termasuk bakteri dan serangga. Ada pula burung, ikan, reptil, amfibi, dan mamalia kecil. Terdapat juga mamalia besar misalnya gajah dan orangutan.
Ada juga pepohonan raksasa, tanaman merambat, rerumputan, serta bunga. “Keragaman” disebut sebagai kombinasi dari seluruh jumlah tanaman dan hewan yang bervariasi tersebut, dan melimpahnya setiap tanaman dan hewan di suatu wilayah
tertentu.

Keanekaragaman hayati sangat penting untuk semua orang di seluruh dunia. Inilah yang melatarbelakangi disusunnya perjanjian internasional untuk melestarikan keanekaragaman hayati. Perjanjian ini disebut Konvensi Keanekaragaman Hayati. Secara keseluruhan, terdapat 168 negara yang telah menandatangani perjanjian ini. Indonesia menandatanganinya pada tahun 1994..
Indonesia terkenal di seluruh penjuru dunia karena keanekaragaman hayatinya.
No. 1 untuk jumlah mamalia (515 spesies) dan palmae (400 spesies)
No. 3 untuk reptil (600+ spesies)
No. 4 untuk burung (1519 spesies)
No. 5 untuk amfibi (270 spesies)

Dimana kita dapat menemukan keanekaragaman hayati?

Keanekaragaman hayati ada dimana-mana, tetapi keanekaragaman tertinggi cenderung berada di daerah tropis karena produktivitasnya yang tinggi, atau di daerah yang memiliki ekosistem yang kompleks. Kita dapat menyebut suatu daerah kaya akan keanekaragaman hayati jika daerah tersebut memiliki:
  • Berbagai jenis tanaman dan hewan.
  • Jumlah yang besar dari setiap jenis tanaman dan hewan tersebut.
Beberapa daerah di Indonesia yang sangat kaya akan keanekaragaman hayati diantaranya:
  • Hutan hujan dataran rendah.
  • Hutan bakau.
  • Hutan alami bercampur dengan area lain, seperti padang rumput.
  • Kawasan yang dilindungi.

Apa yang dimaksud dengan ekosistem?

Kita bisa membayangkan ekosistem sebagai sebuah komunitas. Dalam komunitas, ada makhluk hidup, seperti tanaman dan hewan, dan benda mati, seperti tanah dan udara. Semua anggota dalam suatu ekosistem saling bergantung dan saling mendukung. Sebagai contoh:
  • Burung memakan buah dari pohon. Kemudian mereka menjatuhkan benih di tanah, dan pohon-pohon yang baru akan tumbuh.
  • Hewan memakan tanaman dan kemudian mereka dimakan oleh hewan lain. Ketika hewan mati, bangkai mereka membuat tanah subur, sehingga lebih banyak tanaman yang dapat tumbuh.
  • Manusia dan hewan menghirup oksigen dan bernapas mengeluarkan karbon dioksida. Tanaman mengambil karbon dioksida dan mengubahnya menjadi oksigen.

Apa yang akan terjadi apabila hewan dan tumbuhan menghilang?

Ekosistem sangatlah kompleks. Dalam suatu ekosistem, semuanya memiliki peran tersendiri. Semakin beragam hewan dan tanaman, maka semakin banyak pula makhluk hidup yang memiliki peran penting. Tetapi jika kita mengganggu salah satu bagian ekosistem, berarti kita telah mengganggu seluruh sistem.
Kadang-kadang, beberapa tanaman atau binatang sangat tergantung pada satu tanaman atau binatang lain. Hal ini sering terjadi di hutan Indonesia karena Indonesia memiliki banyak spesies endemik. Spesies endemik adalah spesies yang tidak ditemukan di belahan manapun di dunia.
Biodiversity-2

Bagaimana keanekaragaman hayati mendukung keberlangsungan ekosistem?

Penting bagi ekosistem untuk memiliki banyak variasi makhluk hidup, karena keanekaragaman hayati membuat suatu ekosistem menjadi kuat dan sehat.
Jika suatu ekosistem kuat dan sehat:
  • Akan tercipta kualitas air, tanah, dan udara yang baik.
  • Akan beradaptasi dengan lebih baik ketika perubahan iklim terjadi.
  • Akan mendukung pertanian.
  • Akan menjadi pengendali hama dan penyakit.
  • Keanekaragaman hayati membuat semua ini menjadi nyata. Itulah sebabnya menjaga keanekaragaman hayati sanga










    Sumber :http://www.ifacs.or.id/id/climate-change-forests-and-us/forests-and-biodiversity/

Langkah Menulis Cerpen


Bagi Anda yang baru memulai ingin bisa menulis cerpen, barangkali panduan di bawah ini bermanfaat. Artikel sederhana ini hanya sebagai referensi, pengembangannya bisa dilakukan sesuai keinginan sendiri yang paling mudah dilakukan.
Cerpen merupakan sebuah cerita tertulis yang mengandung alur, plot, dan pesan dengan panjang umumnya kurang lebih 1000 kata atau 7000 huruf/karakter. Langkah-langkah menulis cerpen dapat dilakukan sebagai berikut :
1. Menangkap ide
Langkah awal agar bisa menulis sebuah cerita adalah memiliki ide cerita. Ide cerita tidak harus yang rumit-rumit. Kejadian sehari-hari yang dilihat atau dialami bisa menjadi ide cerita. Ide ini dapat juga dijadikan judul cerita. Misalnya melihat seorang gadis sedang menyapu halaman. Itu bisa menjadi ide cerita sekaligus dapat dijadikan judul, “Gadis Penyapu Halaman”. Kalau judulnya dirasa kurang pas, bisa diganti dengan judul yang lain.
2. Menulis dengan gaya bahasa sendiri
Langkah selanjutnya adalah menuliskannya dengan gaya bahasa sendiri. Orang yang bisa baca tulis tentu bisa melakukannya. Ini yang kadang enggan dilakukan oleh pemula. Rasa pesimis sudah menghantui padahal belum mencoba. Bagaimana akan bisa jika mencoba pun tak dilakukan? Menulis dengan gaya bahasa sendiri berarti menulis dengan gaya yang biasa dilakukan. Berarti pula menulis sebisanya, ya sebisanya saja. Tak perlu dipaksakan dengan gaya bahasa yang mendayu ala Khahlil Gibran misalnya. Kalau bisanya cuma sepanjang 2000 karakter, itu bagus. Itu adalah proses menuju ke cerpen sepanjang 7000 karakter atau lebih. Kalau suka menulis narasi saja, itu bagus. Kalau menulis banyak dialognya, itu juga bagus. Semua bagus, yang penting menghasilkan tulisan.
3. Membuat paragraf pembuka
Tulisan yang digores pertama kali adalah paragraf pembuka. Membuat paragraf pembuka juga tidak perlu rumit-rumit. Namun demikian, yang perlu diperhatikan bahwa bagian ini adalah bagian yang penting sebagaimana judul cerpen. Ada yang mengibaratkan bagian ini seperti manekin (patung pajangan) yang dipasang di etalase sebuah toko. Hal itu berarti harus menarik, agar pembaca terpancing untuk terus membacanya.
4. Merangkai alur dan plot
Langkah selanjutnya adalah melanjutkan paragraf pembuka yang sudah ditulis. Merangkai kejadian demi kejadian. Dialog demi dialog. Narasi demi narasi. Alur dan plot akan terbentuk dengan sendirinya. Tuliskan saja apa yang ada di kepala dengan cara Anda sendiri, maka menulis pun menjadi lancar. Jika hanya berupa narasi dan deskripsi saja, itu bagus. Jika banyak dialognya juga bagus. Semua sah-sah saja. Jika baru mampu 2000 karakter, itu bagus. Harus dicoba menulis, menulis, dan menulis lagi. Lambat laun akan bisa mencapai 7000 karakter atau lebih.
5. Membuat paragraf penutup
Paragraf penutup juga hal yang sangat penting. Bagaimana sebuah cerita menjadi lengkap dipengaruhi oleh bagian ini. Jika bagian yang disebut ending ini bagus, maka cerpen pun bisa terdongkrak menjadi cerpen yang bagus. Bagian ini dapat ditulis dengan ending tertutup, ending terbuka, dan ending mengejutkan.
6. Mengendapkan tulisan
Setelah cerpen selesai ditulis, dapat diendapkan terlebih dulu. Waktunya bisa singkat, bisa lama. Tergantung penulisnya. Pengendapan ini bertujuan untuk memberi jeda sebelum diedit.
7. Mengedit tulisan
Cerpen yang telah diendapkan kemudian dibaca lagi. Hal itu untuk mengetahui kesalahan tanda baca, EYD, logika cerita, dan sebagainya. Lakukan pengeditan secukupnya. Setelah itu berarti tulisan siap disajikan.
8. Menulis lagi, belajar lagi, menulis lagi, demikian seterusnya
Setelah menulis satu cerpen, jangan cepat puas. Setelah ada yang menganggap cerpennya bagus, jangan cepat puas. Setelah cerpennya dimuat di media cetak, jangan cepat puas. Demikian seterusnya. Menulis lagi, belajar lagi, dan menulis lagi.
Demikian artikel sederhana mengenai delapan langkah menulis cerpen untuk pemula. Semoga bermanfaat. Selamat menulis cerpen!
Banyumas, 13 Februari 2013
Sumber : http://bahasa.kompasiana.com/2013/02/13/delapan-langkah-menulis-cerpen-untuk-pemula-533368.html

Minggu, 11 Januari 2015

Bahaya Tayangan Anak dan Kartun


SIARAN PERS
NO. 2208/K/KPI/09/14
BAHAYANYA TAYANGAN ANAK & KARTUN

Adegan tayangan anak dan kartun dalam kategori berbahaya dan hati-hati hasil pemantauan dan pengawasan KPI serta masukan dari kelompok masyarakat
Berdasarkan kajian dan hasil pemantauan yang telah dilakukan secara intensif terhadap tayangan anak dan kartun yang disiarkan stasiun televisi, KPI memutuskan terdapat beberapa tayangan anak dan kartun berbahaya dan tidak layak ditonton anak-anak. Tayangan tersebut penuh dengan muatan-muatan yang berdampak buruk bagi perkembangan fisik dan mental anak, yaitu:
  1. Kekerasan fisik (mencekik, menonjok, menjambak, menendang, menusuk dan memukul)
  2. Kekerasan terhadap hewan
  3. Penggunaan senjata tajam dan benda keras untuk menyakiti dan melukai seperti pisau, balok, dan benda-benda lainnya
  4. Kata-kata kasar
  5. Adegan-adegan berbahaya
  6. Perilaku yang tidak pantas seperti membuka celana dan memperlihatkan ke teman-teman dan merusak benda-benda
  7. Sifat-sifat negatif (emosional, serakah, pelit, rakus, dendam, iri, malas, dan jahil)
  8. Muatan porno
  9. Unsur-unsur mistis
Dalam memberikan penilaian terhadap tayangan anak dan kartun, KPI telah meminta pandangan dari para pakar dan pemerhati anak yang memiliki kompetensi dalam bidangnya, yaitu Seto Mulyadi (Komnas Anak), B. Guntarto (YPMA), Elly Risman (Yayasan Kita dan Buah Hati), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), perwakilan Deputi Perlindungan Anak dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan dari KOWANI dan Muslimat. Para pakar dan pemerhati anak sepakat bahwa tayangan anak dan kartun di Indonesia telah melampaui batas-batas kewajaran. Kami sangat prihatin atas maraknya muatan-muatan kekerasan dan berbahaya dalam tayangan anak dan kartun, mengingat anak-anak belum memiliki daya filter yang baik terhadap apa yang dilihat dan didengarnya dari televisi. Bahkan terdapat program kartun dengan kekerasan yang eksplisit dan masif ditayangkan setiap hari dengan frekuensi 2 kali sehari. Hal ini tentu saja akan mendorong daya imitasi yang berpengaruh terhadap sikap, pola pikir dan kepribadian anak-anak Indonesia.
3 (tiga) tayangan anak dan kartun yang termasuk dalam kategori BERBAHAYA (lampu merah):
  1. Bima Sakti - ANTV
  2. Little Krisna - ANTV
  3. Tom & Jerry yang tayang di tiga stasiun TV: ANTV, RCTI, dan Global TV
Sedangkan 2 (dua) tayangan anak dan kartun yang masuk dalam kategori HATI-HATI (lampu kuning):
  1. Crayon Sinchan - RCTI
  2. Spongebob Squarepants - Global TV
Atas pelanggaran-pelanggaran tersebut, KPI dengan tegas telah menjatuhkan sanksi administratif kepada stasiun TV yang menyiarkan dan menginstruksikan stasiun TV untuk menghilangkan muatan-muatan kekerasan dan adegan berbahaya serta tidak pantas ditiru oleh anak-anak. KPI juga menghimbau anak-anak dan orang tua agar selektif dalam memilih tayangan anak dan kartun. Untuk 5 (lima) tayangan di atas, agar orang tua melarang anak-anaknya menonton.
Dalam kesempatan ini KPI juga  memberikan apresiasi terhadap 7 (tujuh) program anak dan kartun yang menginspirasi dan kaya muatan edukasi, yaitu :
  1. Dora The Explorer – Global TV
  2. Adit Sopo Jarwo – MNC TV
  3. Laptop Si Unyil – Trans 7
  4. Curious George – ANTV
  5. Thomas and Friends – Global TV
  6. Unyil Keliling Dunia – Trans 7 
  7. Disney Junior – MNC TV
Dalam beberapa hari ke depan, kamipun akan menjatuhkan sanksi untuk tayangan sinetron dan FTV yang berpotensi membawa pengaruh negatif terhadap anak-anak dan remaja serta menyampaikan daftar sinetron dan FTV bermasalah tersebut kepada masyarakat luas.
Perlu kami sampaikan bahwa KPI juga mendapatkan keluhan dari berbagai kalangan masyarakat atas tayangan-tayangan yang tidak memperhatikan perlindungan terhadap anak dan remaja. Maka di samping sanksi yang telah kami jatuhkan kepada stasiun TV, kami sampaikan kepada orang tua agar selalu waspada bahwa tidak semua tayangan anak dan kartun layak untuk ditonton anak-anak. Bagi pengelola televisi agar ikut bertanggung jawab dalam memikirkan dampak dari tayangan TV terhadap perkembangan mental anak-anak.

Jakarta, 22 September 2014

Komisi Penyiaran Indonesia

Sumber: http://www.kpi.go.id/index.php/lihat-terkini/38-dalam-negeri/32315-siaran-pers-bahayanya-tayangan-anak-kartun
 

Bahan Belajar Template by Ipietoon Cute Blog Design